Rambut rontok adalah kejadian paling “horor” untuk rambut Anda. Beberapa
ibuhamil
bisa mengalaminya, namun kasus yang paling umum justru terjadi pada
setelah persalinan. Saat itu kadar hormon estrogen dalam tubuh turun
tajam akibat meningkatnya hormon tiroid, atau sebaliknya hormon tiroid
berkurang. Kurang vitamin dan zat besi adalah salah satu penyebab
ketidakseimbangan ini. Tak hanya rambut yang memang sudah seharusnya
rontok –selesai masa putaran tumbuhnya– yang luruh, namun juga rambut
yang ketika Anda hamil tumbuh lebih lebat pun ikut juga rontok. Ada ibu
yang rambutnya akan kembali ke kondisi ketebalan seperti sebelum hamil,
ada pula yang mengalami kerontokan parah. Hal terburuk yang bisa
dialami adalah rambut menjadi tipis, bahkan kebotakan. Kabar baiknya,
dua hal terburuk itu jarang terjadi. Rambut Anda akan tumbuh normal
begitu kadar hormon di tubuh kembali seimbang, sekitar 6 sampai 12 bulan
setelah melahirkan.
Agar rambut sehat:
- Gunakan sampo jenis mild atau yang mengandung biotin atau sulfur untuk merangsang pertumbuhan rambut.
- Lebih
baik potong pendek rambut Anda, karena rambut panjang akan lebih berat
dan akar rambut tidak cukup kuat untuk menahan, akibatnya rambut jadi
lebih mudah rontok.
- Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang
mengandung flafonoid untuk melindungi kantung rambut dan merangsang
pertumbuhan rambut. Buah yang mengandung flavonoid antara lain stroberi
dan apel –kandungan flavonoidnya tertinggi.
- Hindari sikat rambut untuk menyisir rambut basah agar rambut tidak kusut lalu tercabut.
- Gunakan suhu dingin pada hairdryer karena suhu panas akan memanasi kantung rambut sehingga akar rambut jadi lemah.
- •
Bila mengalami kerontokan lebih dari 100 helai sehari atau bahkan
mendekati kebotakan, segera berkonsultasi dengan dokter –mungkin Anda
mengalami ketidakseimbangan hormon sehingga perlu terapi khusus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar